wake me up when october comes

…and Hello October!

Bulan yang biasa saja berlalu kembali bagi saya, dan tak terasa sudah mendekati akhir tahun, haha. Mari bahas apa yang terjadi sebulan kemarin dan apa yang saya targetkan untuk bulan Oktober ini….

1. Bulan September kemarin saya cukup sering menderita flu. Mengapa sering? Karena hilang timbul. Seminggu meler, lalu hilang. Lalu batuk batuk parah sampai harus pakai masker, lalu hilang lagi. Sayanya juga sih yang bandel, tidak memikirkan makanan sekali pun sudah mau sakit. Akhirnya kemarin sempat tepar setelah diboyong ke luar kota dua hari dan tidak bisa masuk kantor. Untungnya sekarang saya sudah kembali sehat. Tapi kemarin saya makan seblak super pedas dan es super dingin, jadinya amandel membengkak, hehehe….

2. Nenek saya dari pihak Ayah meninggal dunia. Usianya 84. I have mixed feelings about this. Beliau sudah lama menderita lumpuh di bagian kaki, dan beberapa bulan terakhir, kondisinya memang terus menurun. Beliau sudah pikun. Setiap kali saya bicara dengan beliau, saya seperti harus berkenalan lagi karena beliau lupa siapa saya (biarpun kalau diceritakan soal Ibu saya beliau ingat persis. Weird, isn’t it?). Seringkali saya berpikir, apakah beliau juga merasa terbang dalam dunia yang tidak ia kenal, dan mempertanyakan ke mana orang-orang yang dulu ia kenal?

Hingga jelang terakhir kali, yang beliau sering igaukan adalah kehidupan sehari-harinya yang dulu, sewaktu masih lincah sebagai petani dan pedagang. Mungkin beliau bingung mengapa orang-orang tidak bisa ia kenali, mengapa ia tidak bisa pergi ke tempat yang ia inginkan, mengapa ia tidak bisa bergerak. Simply speaking, saya tidak merasa sedih. Saya merasa memang tempat terbaik untuk beliau adalah di sisi-Nya.Yang paling mengingatnya hingga memanggilnya sekarang.

Tetapi ketika saya ingat tangan beliau yang dulu sering membuatkan pakaian untuk saya dan saudara-saudara perempuan saya, kamarnya yang jadi tempat bermain saya sewaktu kecil dan laci lemarinya yang berisi banyak harta karun; barang-barang khas nenek-nenek, kalimat-kalimatnya dalam bahasa sunda biarpun dulu saya tidak bisa berbahsa sunda, barulah saya sedih sampai ingin menangis.

It feels like I’ve lost her since forever. I held back my tears, though.

3. Teman saya yang kemarin menikah hamil! Dan satu teman kecil saya bertunangan. Wow, such an event! Satu lagi teman saya menikah minggu depan. Soalnya sedang bulan Zulhijjah. Soal teman kecil, di jalan tempat saya tinggal, ada empat perempuan seusia saya dan teman saya itu yang lebih dulu lamaran. Ketika menghadiri acaranya, tentu saja pertanyaan ibu-ibu adalah siapa yang akan jadi juara kedua. Karena umur kami semua berdempetan sih, hanya beda beberapa bulan, hahahaha. We’ll see. Sepertinya pertanyaan ini masih akan berputar di sekitar saya sampai menikah beneran. Regardless, I’m really happy for her. Uh, terharu lho rasanya.

4. Lalu tentang September goals! Bulan kemarin saya membuat daftar untuk dilakukan di bulan September. Saya melakukannya dengan baik… dan tidak dengan baik? Ahaha. Saya membeli innerwear untuk lemari, jadi paling tidak kebutuhan dasar sudah terpenuhi. Sayangnya sepatu yang kemarin saya beli terlalu kecil, jadi berakhir di kaki adik deh. Berikutnya target saya mungkin barang-barang di atas. There’s Birkin bag yang harganya sama dengan satu unit rumah sederhana, tapi itu hanya referensi model dan warna kok. Tangan saya juga lebih lembap sekarang, terima kasih untuk lotion di laci meja kantor. Lalu tulisan saya belum selesai, dan mempelajari blogger templates sepertinya masih butuh waktu lama….

Karena itu, ini daftar capaian saya untuk bulan Oktober.

1. (Masih) mempelajari Blogger templates. Saya sudah membaca bahannya dan seriusan, saya pusing. Proyek yang kemarin saya tangani menggunakan wordpress dan jadinya saya membagi dua otak saya untuk belajar. Blogger lebih sulit buat saya karena harus ditangani manual ya, tidak bisa instan. Di sisi lain, mempelajari hal yang dasar membuat saya bisa lebih mengerti secara konsep. Selain membaca bahan, saya juga sudah membuat test blog dan sejauh ini masih carut marut. Kalau sudah jadi bagus, sepertinya saya akan pindahan lagi dari wordpress ke blogspot (hahaha). Tapi masih entah kapan. Bulan ini saya mau bikin konsep templatenya dulu sambil belajar elemen-elemennya yang bikin pusing ini. Subhanallah, saya bener-bener ga ngerti XML maupun javascript. Liat kodenya juga pusing.

2. (Masih) menulis. I should stick into the plan. Nulis jadwal dan to do list tak ada gunanya kalau kita tidak menyediakan waktu, don’t you think so? Saya lebih sering pulang dan beralasan ngantuk, lalu akhirnya hanya menulis sedikit. Sejauh ini masih kurang dari 3.000 kata. Biarpun ini proyek pribadi (hanya dibagi ke beberapa orang), gemes juga nggak sih… saya akan mencoba bangun lebih pagi supaya sempat menulis dengan segar. Which means saya tidak boleh tidur larut. Uh oh.

3. Mendapatkan kemeja dan jilbab dengan motif yang bagus. Ketika sadar yang kurang dari pakaian saya adalah motif; dan wow, sebagai pengguna kerudung saya kaget sendiri karena koleksi saya hanya warna polos dan itu pun warnanya itu lagi dan itu lagi. Memang harus menyediakan waktu sih, dan alasan utamanya lagi-lagi sama: malas! Bulan ini harus dapat itu kerudung yang motifnya bagus. Modal buat datang ke pernikahan, nih. Hehe.

4. Bikin ilustrasi. Di luar pekerjaan. Mau yang bagus, mau yang jelek. Mau yang hitam putih, mau yang full color. Saya mau menggambar, saya mau menulis, tapi nyatanya saya terlalu malas karena hanya diomongkan saja sampai harus membuat statemen dan target pasti: Oktober! Dalih kesibukan sering membuat saya malas, malas, menunda, dan merasa waktu yang tersisa lebih baik untuk istirahat. Memang begitu, tapi ada yang lebih penting: accomplishment. Hidup sepertinya memang harus terbagi menjadi kerja, istirahat, dan accomplishment… well. Akan dimulai dengan seminggu sekali. Kalau gaul sih setiap hari, tapi ya pelan pelan aja dulu.

That’s my goal for October. Semoga semuanya berjalan dengan baik. Until next time!

When Life Gets Rough

by Margot Gabel via Pony Anarchy Magazine

by Margot Gabel via Pony Anarchy Magazine

Work has been exhausting for me. Every day I went home with jumble rumble things on my mind and how I can finish this task and oh why I’m doing this and I’m working for what. It seems a bit overboard now but it’s relatable really. I got my work being revised and revised and revised and it’s not even about the design. Every day I went home thinking “aw, I just have at least three hours until bedtime today” (and there are dishes to do, rice to cook, dinner to buy, etc). I can still laughing but there’s a void and I’m constantly being angered and sad. Blame my hormones maybe. I went to bed tired and waking up without any energy.

Then I’m back to this little blog of mine, where I can vent and write anything I like. As I am writing this, I’m feeling better. It’s weird, because it doesn’t even solve the problem. I just write nonsensical things and I’m feeling okay because have been writing this. Weird things writing does to you, isn’t it?

Though, seems like I always vent about my work at some point. At least some days when it’s really busy in a month. It’s normal, apparently, but I should change my perspective b/c still it’s not good for a long run, right. There are still many opportunities for me, and I still have many things to do. Regardless some things, I kind of still happy here. Let’s map this messy life again and embrace things.

So.

THIIIIIIIIIIIIINGS TO TRY THIS WEEKEND BECAUSE I CAN.

  • Wandering around looking for some non-artificial green scenery
  • But Bandung is a heeeeellll on weekend because so many people being bored in weekdays like I do and want to do happy things like I do
  • But I want green sceneries
  • And capturing it on a camera
  • And writing in an empty place with just some good books and music
  • With a fuzzy chilly weather
  • Seems like a place suitable for your tumblr homepage
  • What I am writing right now doesn’t make sense
  • And leave the grammar alone
  • But really. I need green sceneries and good books and music and weather and and and
  • And.

Still, nonsensical, isn’t it? Because deep deep deep in my heart, sometimes I just want to back to my childhood and gets a hug. Well, that’s normal. Life’s good, afterall!

Humans and Things

anxiety twenties

“I’m afraid of everything. I’ve been reading psychology books to try to figure out why. Logically, I know everything is fine. I know that I’m only twenty, and I have so many blessings and advantages. Yet I’m afraid I haven’t accomplished enough yet. I’m afraid of the future. Afraid of getting older. Afraid of being alone. Afraid of having a child. And afraid of the dark. I’m really, really afraid of the dark.” (Humans of New York)

September is starting slowly for me. There are piles of work, family things, grocery shopping, and things; ini baru minggu pertama. Akhir-akhir ini, saya merasa penuh biarpun sebenarnya saya tidak melakukan apa pun. It’s that moment when “you do so many yet accomplish nothing”. Orang lain tidak tahu dan bisa kita tipu, namun yang paling tahu tentang diri kita adalah diri kita sendiri. There’s anxieties. If I’m not doing good enough, what exactly I am doing with my life now, and whether it’s too late already or not. Chances are, usia saya saat ini belum lagi dua puluh tiga. Di satu sisi, saya merasa “ada masih banyak waktu” tapi juga merasa “tinggal sedikit lagi waktumu”.

That’s normal, though.

Minggu ini saya membaca berita tentang dua artis Korea (K-pop) yang meninggal karena kecelakaan. Saya tidak pernah mendengar lagu mereka dan hanya sekelebat saja. Tetapi membaca berita itu membuat saya jadi diingatkan soal nyawa. Artis-artis itu selama ini hanya saya lihat sebagai sebuah produk, sesuatu yang tahan lama, invinsibel dan akan menghilang dengan normal karena masa tua, bukannya menghilang karena kecelakaan. Mereka juga manusia, dan tak ada yang tahu sampai mana batas usia. Bila berpikir soal itu, rasanya hidup itu pendek, no? Nggak ada gunanya berpikir soal ini lama-lama, sih. :)

Kemarin-kemarin hidup saya hanya berkisar pekerjaan, rumah, dan capek saja. Saya tidak pergi kemana-mana. Minggu ini sepertinya saya akan keluar karena butuh penyegaran. Well, let’s see apakah niat ini bisa mengalahkan rasa malas… Serius lho. Hari Sabtu bawaannya kepingin tidur terus.

Obrolan tanpa secangkir kopi

Karena sudah lama kita tidak mengobrol.

Kadang aku mau duduk berhadapan dan dapat menatap wajahmu, bertanya kalau memang ini yang kamu inginkan untuk kami semua. Kadang aku ingin bertemu langsung dan menggenggam tanganmu, lalu menjerit sekuat tenaga kalau aku tidak bisa. Ada banyak perubahan dan ada banyak juga yang tetap. Rumah ini rumahmu, dan masih sama seperti dulu. Kami masih di sini berjalan dan tumbuh, sementara kamu tetap berada pada usia empat puluh satu. Masih jauh usiaku untuk mencapai usiamu, masih jauh aku harus menghadapi sampai mungkin aku bisa lebih sabar untuk menghadapi semua itu.

Tapi kadang aku mau berteriak.

Kamu tidak akan pernah menghadapi anak perempuan berusia delapan belas sembilan belas dan dua puluh; kamu tidak akan pernah menghadapi anak lelaki dua belas tiga belas dan empat belas. Kamu licik karena melaju lebih dulu ke garis finish, meninggalkan kami semua kelompok estafet yang masih harus membawa tongkat yang kamu tinggalkan. Aku memegangnya dengan gagu, melangkah ragu-ragu, dan terus menerus bertanya sambil berjalan: kalau kamu tidak pergi duluan, kira-kira apa yang akan kau lakukan?

Aku baca banyak hal-hal ideal. Aku baca banyak “bagaimana seharusnya”. Aku tidak ingat apa pun dan aku merutuk diri sendiri karena tidak pernah memikirkannya sebelumnya. Tapi tidak, belaku, karena aku masih remaja. Aku bukan orang tua, sekarang pun tidak, aku tak punya teman hidup untuk berbagi asa dan aku belum pernah menggendong bayi yang lalu kubesarkan sejak lahirnya. Aku berharap seharusnya ini berjalan dengan seharusnya, bukannya meneruskan apa yang terputus di tengah jalan. Aku tidak tahu caramu jalanmu dan bagaimana cara aku menghadapi semua? Kamu licik karena kamu mulai dari usia dua puluh lima dan bukannya enam belas; kamu licik karena mengakhiri begitu saja setelah enam belas tahun sementara aku yang harus melanjutkan tanpa melewati level pemula. Aku terseok-seok.

Seperti sekarang ketika aku merasa gagal dan bodoh, karena kesabaranku tidak ada lagi dan kepalaku diisi rasa tidak mengerti. Tidak mengerti dengan orang-orang ini, yang ada di sekitarku. Harus dengan cara apa aku memandang, harus dengan cara apa aku bersikap. Selamanya aku tidak akan pernah bisa menjadi penggantimu, selamanya juga aku harus menyamakan langkah untuk menggantikan kamu, dan perasaan ini sangat aku benci. Aku harus apa? Tidak ada yang memberitahu. Berdiskusi dengan orang lain seperti nilai nol rasanya bukan karena tidak ingin menghargai, melainkan bahwa aku selalu berpikir ada yang lebih tepat jauh di sana. Bukan orang lain dan bukan mereka. Tidak juga dengan orang orang yang seusia denganmu kalau kau sempat merasakan usia itu.

Tidak akan ada.

Hari ini, napasku sesak sendiri dan aku berkaca, berharap bisa menemukan jawabannya. Tapi tidak ada jua karena sebenarnya sudah ada di dalam diriku semua. Karena buat apa aku bertanya padamu, orang yang tidak pernah mengalami hal seperti ini karena keburu memberikan tongkat estafetmu padaku. Tapi tidak juga; aku tidak bisa benci kamu.

Tidak ketika semua kemarahan ini pada akhirnya berujung rindu.

Goals for September

shots from my neighborhood.

Tanpa terasa sudah sebulan saya nggak nulis-nulis di sini, well tepatnya sebulan lebih. Setiap kali nulis pasti agak lama ya, jaraknya lumayan juga. Ied sudah lewat, mudik-mudik juga sudah berlalu, and tbh I’ve been back to my usual days in office. Berhubung ini akhir bulan dan sudah dekat gajian, ada baiknya saya nyoba nyoba mereview apdet hidup (lah) sebulan terakhir dan memasang target bulan depan.

1. Dad gets a cat! Setelah berdebat dengan seluruh penghuni rumah yang sebenarnya sudah nggak mau punya peliharaan lagi (ya, hanya saya dan adik perempuan saya sih, dan rumah hanya berisi empat orang, afterall), akhirnya beliau membawa pulang seekor kucing. Kucing yang dibeli dari pet shop, maksudnya. Jenisnya mungkin angora kali ya… warnanya putih, dan dia lebih akrab sama penghuni rumah yang cowok. Ya, mungkin karena dia betina. Tetap reseh sih seperti kucing pada umumnya, tapi bulunya empuuuuk. Soal kucing yang waktu itu, sekarang dia tinggal di rumah tetangga. O semoga hidupmu lebih baik, wahai neighborhood cat.

2. Got a new camera to try on. Kamera keluarga, sebenarnya, and it’s not a luxurious SLR atau lainnya. It’s a Nikon Coolpix 320, and so far I like it. And what makes it better is, we get it for free. :P Ayah saya bukan orang yang gemar berinvestasi dengan kamera karena beliau tidak suka difoto, berbeda dengan Ibu yang seorang wartawan. Dengan demikian, wajar kalau kamera kami sebelumnya hanyalah sebuah Canon Powershot A400 yang sudah menua. Ha, pastinya, gotta snap more photos! (Karena ponsel saya juga sudah butek kameranya, hehe)

3. I miss cooking teribbly :( Awal-awal jadi pekerja saya masih menyempatkan diri memasak ketika pulang kantor, tapi seiring dengan bertambahnya beban kerja dan proyekan, tubuh saya langsung tepar begitu sampai di rumah dan bergelut dengan kemacetan. Seringnya malah ketiduran sebelum pukul sembilan malam. Hehe, payah ya? Ketika saya lagi-lagi membeli makanan jadi untuk penghuni rumah, saya baru sadar deh kalau saya kangen memasak. Masak dengan tenang, memilih bahan dengan tenang, dan bukannya menyiapkan makanan dengan apa yang dibeli asal atau in a rush. I’m not an excellent cook, nor a truly cooking lover, but I miss cooking. Makanya, Sabtu besok saya berencana memasak lagi setelah berapa lama tidak memasak dengan benar. Hiks.

So this is my goals for September:

1. Fix my wardrobe(s)! Setelah mengecek kondisi isi lemari yang edan-edanan memang saya memutuskan kalau kondisi pakaian sehari-hari saya sudah masuk kondisi kritis! Saya memang orangnya malas beli baju (dan saya lulusan kriya tekstil yang notabene belajar fashion. Miris) karena malas mencari yang pas serta harus keluar masuk toko. Bahkan untuk basic pieces pun, saya payah. Seidkit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, maka saya bertekad akan mengisi lemari saya dengan pakaian yang layak bulan depan….

2. Moisture better. Saya nggak terlalu cuek sama skincare kok, tapi memang termasuk malas re-apply. Tapi setelah baca-baca, saya jadi diingatkan lagi soal bahaya sinar UV terhadap kulit. Selain wajah, tangan dan kaki juga tidak boleh luput. Uh, jadi ingat saya suka lupa malas memakai lotion atau pelembap lagi setelah terbasahi air. Lalu saya juga suka absen memakai sunblock hahaha. Padahal situasi ruangan juga kering dan pokoknya nggak kondusif deh. Mumpung masih muda, saya mau rawat kelembapan kulit yang bener ah…. lama-lama ini body lotion di rumah saya lempar juga ke laci kantor. (Hush, beli yang kecilan dong!)

3. Stick to my monthly budget. AHHHH INI SUSAH. Mengingat ada goal saya untuk nomor satu, kayaknya bakal sulit… tapi harus tetap berpikir positif ya. Lalu saya juga berencana untuk mengganti ponsel… ya tabungan masih ngepas sih dan masih bingung juga. Mungkin saya akan membelinya sebagai hadiah ulang tahun untuk diri sendiri. Hehehe. Suka atau tidak, memang ada banyak keterbatasan dengan ponsel yang saya miliki sekarang, dan ya…. to spoil myself once in a while, not bad, right? Sementara ini, saya mencoba membuat batasan, dan soal bisa atau tidaknya saya mencapai gol itu, mari kita lihat bulan depan.

4. Learn about making blogger templates. Ini adalah hal besar buat saya, karena sebelumnya saya hanya terbiasa memodifikasi css class yang sudah ada. Tapi karena saya bekerja di perusahaan IT, mau nggak mau saya juga jadi penasaran banget, pengen beneran bisa. Ada pikiran untuk mengambil course yang ada di kampus, tapi selain waktu, saya juga bermasalah dengan biaya. Karena itu, 2014 ini saya ingin mempelajarinya sendiri dulu. untuk akhir minggu ini. Karena target jangka panjang saya adalah to be a web designer. Hehe.

5. Finish an old writing piece. Saya punya proyek tulisan yang belum selesai, bentuknya cerpen lah, apalah. Kebanyakan di-share di kalangan terbatas atau teman dekat saja. Nah, salah satunya adalah sebuah proyek kolaborasi dan adalah giliran saya untuk menulisnya. Karena satu dan lain hal, saat ini hal itu belum selesai juga. Niat saya, September ini harus selesai. Paling tidak, setiap weekend saya harus menyediakan waktu daripada tidur-tidur ayam. Tapi tidur ayam itu enak, lho…. beneran.

Well, that’s my goals for September. Semuanya adalah hal-hal yang tidak terlalu besar, tapi yang pasti, itu penting buat saya. It’s nice to be back on this blog again and ramble about my ordinary daily, haha. See you later, blog.